Garut || Penasakti.com – Dapur makan bergizi gratis ( MBG) Dapur Pamulihan 2 beralamat di Kp Cisandaan Desa Pananjung kecamatan Pamulihan kabupaten Garut, yang bernaung di yayasan Beti Sintawati Garut di duga belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sesuai standar

Kalau di biarkan kondisi ini tentunya menyebabkan limbah dapur berpotensi mencemari lingkungan, memicu bau tak sedap hingga penyumbatan

Kepada tim penasakti.com sejumlah warga menyampaikan keluhannya terkait limbah dari dapur tersebut mengalir ke aliran drainase jalan raya hingga jadi gejolak di warga sekitar

Ironisnya saat di konfirmasi, kepala SPPG Dapur Pamulihan 2 menyampaikan dengan pemaparan yang mengejutkan, pasalnya. Sepengetahuan nya semua dapur di kabupaten Garut 100 persen belum memiliki IPAL
” Semenjak saya dari bandung di tugaskan di sini jadi SPPG, se- kabupaten Garut belum memiliki IPAL termasuk dapur ini .” Ungkap Rifki. Jum’at (24/04/2026)
Menurutnya, untuk pembuangan limbah cukup di alirkan ke septic tank yang sudah tersedia di dapur ini artinya gak perlu IPAL
Sementara, penggunaan sistem IPAL yang sesuai standar seperti sistem Moving Bed Biofilm Reactor ( MBBR) dan penyaring lemak tentunya sangat krusial.
Sesuai amanat pemerintah melalui Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) nomor 1 tahun 2026 yang mengatur kemajiban satuan pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pengolahan sisa pangan, sampah, dan air limbah domestik secara terstruktur pada program makan bergizi gratis
Warga sekitar berharap, adanya evaluasi dan peninjauan kembali terhadap dapur tersebut, demi tersaji nya makanan yang higienis dan tercipta suasana yang kondusif.
(Andi Ahmad Aziz)