“Berhubung Siswa Sudah Kenyang, Menu Makan Bergizi Gratis Yang Tak Dikonsumsi Disulap Jadi Aksi ‘Jumat Berkah”
Kota SUKABUMI || Penasakti.com – Sebuah aksi sosial yang menyentuh hati, kini terjadi di salah satu Sekolah di Kota Sukabumi pada hari Jum’at 29 Mei 2026.

Kegiatan sosial tersebut, bertepatan dengan hari Jumat, dan para siswa pun secara spontan menggelar aksi berbagi bertajuk “Jumat Berkah”.

Menariknya, paket makanan yang mereka bagikan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) masih utuh dan higienis, karena para siswa tersebut sudah kenyang setelah makan siang dari rumah dan jajan di kantin sekolah.
Aksi ini bermula ketika beberapa siswa di kelas sudah makan siang masing-masing.
Agar kuota makanan bergizi dari pemerintah tidak mubazir dan terbuang sia-sia, para siswa berinisiatif mengumpulkan makanan yang belum dimakan tersebut, para siswa kemudian membawa paket Makan Bergizi Gratis tersebut ke wilayah kota sukabumi usai jam pulang.
Mereka membagikannya kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, mulai dari pengemudi ojek online, petugas kebersihan jalan, hingga pemulung yang melintas.
Hari ini kebetulan hari Jumat, banyak dari anak-anak yang membawa bekal sendiri dari rumah dan ada yang sudah jajan di kantin sekolah.
Aksi spontan yang dilakukan oleh siswa tersebut mendapat respons yang sangat positif dari warga sekitar.
Para penerima manfaat mengaku bersyukur bisa mendapatkan paket makan siang dengan menu lengkap dan bergizi seimbang secara gratis di hari Jumat ini.
Selain menjadi solusi cerdas untuk menerapkan prinsip *zero food waste* (anti-mubazir pangan), gerakan ini membuktikan bahwa program Makan Bergizi Gratis mampu memicu efek domino yang positif.
Program ini tidak hanya menyehatkan siswa di dalam kelas, tetapi juga memperluas jangkauan kebaikan hingga ke masyarakat di wilayah kota Sukabumi.
Gerakan cinta Prabowo (GCP. 08 ) memberikan apresiasi tinggi atas kepekaan sosial para siswa ini.
Aksi nyata ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mengelola distribusi makanan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Sukabumi memiliki empati dan jiwa berbagi yang luar biasa.
(Rudy Januar)
