Breaking
▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton▸ Harga BBM Turun Mulai Besok▸ KPK Tangkap Tersangka Korupsi Dana Desa▸ Pemerintah Umumkan Kebijakan Baru Ekonomi Digital 2026▸ Indonesia Juara SEA Games Cabang Badminton
BERITA

Membedah Buku ‘Remaja Yang Di Rindukan Surga’, Sebuah Catatan Remaja digelar oleh Aksi Komunitas Literasi

Admin30 Maret 20241 views4 menit baca
Membedah Buku ‘Remaja Yang Di Rindukan Surga’, Sebuah Catatan Remaja digelar oleh Aksi Komunitas Literasi

Penasakti.com // Siti Saodah bercerita bahwa karya terbarunya itu berangkat dari fenomena yang ia amati di era kini. Menurutnya, Remaja sedang menapaki proses transisi modernsisasi yang di mana ketika modernisasi itu ditapaki pasti ada pengaruh positif negatif bagi remaja

Sore menjelang magrib, komunitas Literasi yang digagas mahasiswa Satria Sunda Sakti (AKSI) menggelar event lomba dilanjutkan berkumpul dan mengikuti diskusi. Mereka duduk sembari menunggu waktu berbuka puasa. Mereka begitu fokus mendengarkan dengan seksama seorang dosen Produktif yang juga penulis yang tengah bicara.

Perempuan itu bernama Siti Saodah Susanti, seorang dosen STAI Yamisa yang sedang memperkenalkan buku tentang remaja nya berjudul Remaja yang di Rindukan Surga di hadapan mahasiswa, Komunitas Aksi, peserta Lomba, hingga Mahasiswa semester 8.

Buku kesebelasnya itu menyita perhatian kaum Mahasiswa yang akan terjun langsung sebagai pengajar di sekolah. Banyak yang tertarik dengan isi buku itu yang memberi pencerahan baru. Bukan hanya referensi untuk kalangan akademisi, juga mengingatkan para pembuat kebijakan, Mahasiswa Pendidikan juga Remaja.

Siti Saodah Susanti bercerita bahwa karya terbarunya itu berangkat dari fenomena yang ia amati di era kini. Menurutnya, Remaja sedang menapaki pencarian jati diri pertama yang di mana ketika pencarian itu ditapaki pasti ada perubahan baik itu positif dan juga negative khusus nya bagi remaja dalam berbagai aspek.

“Salah satu keresahan Siti yang kemudian diaplikasikan kepada remaja berpotensi dilakukan oleh mahasiswa ini yaitu membuat kajian ilmiah dan Produktif terhadap Remaja (Menulis),” kata Siti selang acara Bedah Buku “Remaja yang di Rindukan Surga” di STAI YAMISA, Soreang, Minggu (24/3/2024).

Dalam konteks tersebut maka yang perlu diberi peringatan adalah apakah mahasiswa bisa mengkaji masa transisi pertumbuhan remaja seperti pergaulan yang positif atau tidak. Menurut Siti, Pergaulan remaja sekarang dari sisi modernisasi sangat bagus untuk teknologi. Gadget memberikan akses belajar kepada Remaja.

“Dalam konteks itu ketika mereka Searching ilmu dan pembelajaran semua pengetahuan bisa di akses dari proses luring ke daring, beliau pun membuat Buku “Gadget sebagai media pembelajaran, memiliki potensi yang lebih cepat untuk mencapai tujuan, juga gadget itu kemudian bisa mengangkat keberhasilan,” ujarnya.

“Di satu sisi ada keberhasilan, tapi di sisi lain tidak. Dan yang tidak ini tidak dilihat sebagai bagian dari proses warning kegagalan memahami proses pergaulan baik di lingkungan maupumn gadget,” sambung penggagas Bedah Buku ini, Menjadi Literasi Intelektual.

Dari hal-hal tersebut, pakar Fiqih dan Remaja ini mencoba memotret dari perspektif krisis moral. Siti menemukan bahwa ternyata Bedah buku ini diam-diam menumbuhkan Produktivitas.

“Suatu proses di mana ada mahasiswa yang kemudian diuntungkan dari program kelas menulis dan ada mahasiswa yang dirugikan dari tujuan yang tidak jelas seperti mahasiswa kupu kupu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Siti menjelaskan sekilas tentang buku terbitan 2019 ini. Dalam buku tersebut, Siti menurunkan satu teori besar ke dalam praktik interaksi Remaja bahwa sesungguhnya pertumbuhan itu hidup di kalangan remaja dan menentukan masa depan nya. Terutama di agenda-agenda modernisasi di kalangan Remaja Mesjid.

“Ini saya potret sebenarnya seberapa jauh kemudian proses perubahan sosial yang terjadi di kalangan remaja itu bisa mengetahui titik-titik bahwa transformasi negatif Remaja itu berbahaya. Dan ketika bahaya bagaimana mahasiswa hadir sebagai zaman rumusan tujuannya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan merangkul pergaulan remaja,” tuturnya menjelaskan.

Menurut Siti, hal tersebut harus menjadi peringatan agar mahasiswa hadir untuk mencapai tujuannya yakni pendidikan penelitian dan pengabdian, sehingga remaja bisa terbangun dengan baik.

Mengadakan event Kompetitif dan kelas Menulis

Adapun pesan yang diangkat Siti melalui buku ini tentang pentingnya literasi. Literasi mengenai pertumbuhan remaja. Bukan sekadar cerita-cerita keberhasilan remaja, melainkan juga cerita kegagalan yang menjadi peringatan.

“Kita warning, ke depan kalau mahasiswa membuat gebrakan harus memperhatikan juga dimensi Remaja, dimensi tanggung jawab, dan berbagai macam lagi pertimbangan-pertimbangan culture remaja yang harus dimasukkan ke dalam proses pembelajaran,” kata Dosen STAI Yamisa yang juga Pembina Akademi Literasi (AKSI) STAI Yamisa ini..

Siti berharap, kehadiran buku Remaja yang di Rindukan Surga  ini bisa menjadi referensi yang digunakan oleh banyak orang. Buku ini dapat menjadi literasi intelektual Mahasiswa maupun Remaja dan berbagai kalangan yang lahir dari riset dan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan remaja di mesjid maupun di luar dari mahasiswa pendidikan Agama Islam.

(KH. Yudi Irfan Daniel, M.ag.)

Bagikan:𝕏