Sukabumi // Penasakti.com – Situs Tugu Gede adalah nama resmi yang disematkan pada kawasan ini, lokasinya berada di Kampung Cengkuk, Desa Margalaksana, Kecamatan Cikakak.

Situs ini berada pada ketinggian 400-500 meter di atas permukaan air laut (dpal), di sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan halimun.


Dalam ‘Verslag van een tocht naar de Wijnkoopersbaai in Juni 1885′, ia mencatat temuan di wilayah Cengkuk, Ciarca, dan Salakdatar.
Menurut Bah Jaya mempunyai definisi sendiri mengenai arti Cengkuk berasal dari kata leceng yang artinya lari, dan kuk dari kata ngaringkuk alias meringkuk.
Toponimi ini berkaitan dengan larinya Prabu Siliwangi dari Batu Tulis Bogor Ngaringkuk di Situs Tugu Gede. Kebudayaan megalitik diduga berkembang sesudah meluasnya budaya bercocok tanam,
konon budaya ini berkembang luas sejak zaman neolitik hingga zaman perunggu. Dari sebaran benda-bendanya, diduga situs ini digunakan sebagai tempat upacara keagamaan dan ritual penguburan.
Temuannya memang cukup beragam, ada arca polinesia, cangklong yang jadi bagian arca yang telah rusak, beliung persegi, mata tumbak, batu asah, (alat batu), alat logam pegangan genta perunggu, bandul genta, keramik tempayan berglasir, dan gerabah
Sedangkan keramik yang ditemukan berupa mangkuk, guci, botol, piring, vas, dan cepuk. Kemudian ada pula benda logam berupa genta, bagian bandul genta, dan dan seperti kaki sebuah wadah. Selain itu ada pula alat batu berupa batu giling, lumpang batu, pipisan, mata tombak, beliung, dan alat serut.
Di situs inipun temuan peradaban sangat beragam, ada menhir besar setinggi 3,7 m dan lebar sekira satu meter. Kemudian ada jolang batu, teras, kursi, batu gores, batu dakon, sebaran batu datar, dan batu-batu monolit lainnya, seperti sarkofagus yang merupakan peninggalan budaya pelaut Pelabuhanratu. Konon, masyarakat pesisir pada masa lampau menggunakan perahu sebagai media penguburan.
Tradisi ini dilanjutkan dengan menggunakan wadah mirip perahu sebagai bagian dari upacara.
Selain itu, batu yang dipahat mirip kursi, juga merupakan bagian dari ritual upacara penguburan penting pada masa itu. Kemudian ada batu dakon yang merupakan tempat menumbuk sesuatu dan di sebagian kawasan lain menjadi alat untuk menghitung bulan.
Sumber batuan juga relatif mudah teridentifikasi, terdapat batuan andesit di pegunungan yang disebut gudang batu, jenis batuannya sama persis. Tidak jauh dari Situs Tugu Gede Cengkuk juga terdapat situs lain, di antaranya Situs Ciarca, Situs Pangguyangan, dan Situs Salakdatar.
(Penulis_Rudy Januar)

