Purwakarta || Penasakti.com – 21 Juni 2026 – Dihadiri dari masing – masing pengurus mulai dari DPP, DPD,DPC Gerakan Cinta Prabowo, Pernyataan sikap dan fokus gerakan dari DPC Gerakan Cinta Prabowo.08 sangat kuat, strategis, dan menyentuh langsung pilar-pilar penting kemandirian bangsa.

Manifes dan Garis Perjuangan DPP, DPD,DPC Gerakan Cinta Prabowo.08 berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utama gerakan ini adalah memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata demi mewujudkan Indonesia yang berdikari (berdiri di atas kaki sendiri).
Pilar Fokus Pengawalan Program Penyempurnaan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG): Mengawasi dan memberikan masukan konstruktif agar pelaksanaan program MBG berjalan lebih efektif, akuntabel, dan bebas dari kebocoran materiil maupun distribusi.
Penguatan Sektor Agraris dan Maritim. Mendukung penuh kebijakan di bidang pertanian dan perikanan guna mencapai kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani serta nelayan lokal. Akselerasi Hilirisasi Industri.
Mengawal proses hilirisasi komoditas dalam negeri agar Indonesia tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, melainkan produk bernilai tambah tinggi. Sistem Ekspor Satu Pintu.
Mendukung regulasi pintu tunggal untuk komoditas ekspor guna menjaga stabilitas harga, melindungi aset nasional, dan mengoptimalkan pendapatan negara.
Melawan dan menutup oligarkhi yang menyebabkan kerugian negara dengan kebocoran yang sudah berjalan puluhan tahun di negeri tercinta Indonesia.
Membasmi dan membersihkan serta menangkap para koruptor serta menyita asetnya untuk dimanfaatkan keperluan bagi masyarakat target Capaian Berkelanjutan.
Gerakan ini membagi orientasi pengawalannya ke dalam tiga lini masa strategis. Jangka Pendek ,Jangka Menengah, Jangka Panjang Perbaikan tata kelola distribusi program MBG dan penguatan modal awal petani/nelayan.
Stabilisasi harga komoditas melalui hilirisasi dan integrasi sistem ekspor satu pintu. Terwujudnya kemandirian ekonomi nasional yang kokoh dan disegani di kancah global.
(Rudy Januar)
