Kab Bandung || Penasakti.com – 28 Maret 2026 – Rumah Handal Yosh Foundation bersama The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia telah
menyelenggarakan program “Youth-LED: Dialogue and Peace innovation Movement”




Para peserta yang hadir merupakan anak yang sedang sekolah maupun putus sekolah yang memiliki harapan untuk bertumbuh, khususnya meraih masa depan bergerak bersama dan menjalani kehidupan lebih damai.
Keterlibatan orang muda dalam situasi kebencanaan menjadi langkah penting dalam memperkuat respons kemanusiaan yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada Berkembangnya pendidikan yang egaliter.
Namun demikian, praktik di lapangan menunjukkan bahwa banyak pendidikan yang kurang terasa dan relawan muda masih bersifat spontan dan berbasis inisiatif personal.
Hal ini membuat upaya yang dilakukan belum sepenuhnya terarah pada kerangka Yosh, Rumah Handal, and Aman, yang sejatinya dapat menjadi landasan untuk memastikan bahwa respons kemanusiaan tidak hanya
bersifat jangka pendek, tetapi juga mempunyai dampak yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadirkan sebagai ruang penguatan kapasitas bagi pelajar orang muda, marjinal dan anak putus sekolah.
Melalui sesi dialog, peserta diajak untuk
berbagi pengalaman, menyampaikan keresahan, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Selain itu, kegiatan ini menghadirkan Hani Puspita Amalia S.S, Alif Muhammad Sholih S.Hum CPS, Sekdes Loa , Dispora Kabupaten Bandung, Serta dari KNPI Kabupaten Bandung para narasumber profesional yang aktif dalam isu pemberdayaan Anak dan pendidikan.
Pengalamannya dalam membangun kemitraan serta terlibat dalam dialog strategis lintas sektor menjadi landasan kuat dalam membahas isu anak putus sekolah dan bisa menulis, khususnya dalam mendorong peran orang muda terutama perempuan dalam upaya perdamaian dan menggapai cita cita anak.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi perkenalan antar peserta, dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait Youth LED and Peace Innovation movement oleh narasumber.
Pada sesi dialog, peserta terlibat dalam diskusi yang berlangsung aktif dan
reflektif.
Para peserta berbagi pengalaman selama menjadi relawan muda di lapangan, mengungkapkan tantangan yang dihadapi, serta mendiskusikan berbagai pendekatan yang lebih mampu memahami kebutuhan ketika memasuki ruang interaksi antar pelajar.
Ruang dialog ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk saling belajar dan memperkuat perspektif dalam menjalankan peran sebagai pelajar.
“Dari kegiatan ini saya sadar bahwa jika dengan berdialog, ada banyak hal yang perlu kita siapkan, bukan hanya keinginan, tapi juga mental, bahkan hal-hal kecil yang sering luput diperhatikan,” ujar Neni, salah satu peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dialog yang diawali melalui sesi ice breaking dan Pretest sebagai bagian dari
pendekatan tanpa sekat.
Sesi ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi dan refleksi bagi peserta, tetapi juga merepresentasikan metode yang selama ini digunakan oleh tim Yosh Foundation dalam intervensi psikososial bersama anak-anak di wilayah terpinggirkan.
Sebagai bagian dari rangkaian program, acara ini berlangsung selama satu hari.
Acara ini membedah keluh kesah para anak Terkait pendidikan dan cita cita yang sampai bisa sekolah tinggi, yang sebelumnya dikumpulkan oleh tim Yosh saat melakukan intervensi psikososial di lapangan.
Selain itu, peserta juga dapat mengikuti berbagai mini games interaktif berupa kuis sederhana seputar pelajar, yang dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat umum.
Melalui program ini, Rumah Handal Yosh Foundation berharap dapat mendorong peningkatan kualitas intervensi kemanusiaan yang dilakukan oleh relawan muda, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran mereka.
Lebih jauh, pendekatan berbasis perdamaian dalam respons Pendidikan bagi anak dan diharapkan mampu berkontribusi pada pembangunan komunitas yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di masa depan. ASM.
(Asep)

