Garut || Penasakti.com – Ratusan warga yang tergabung dari kumpulan pedagang ,himpunan pengusaha dan warga sekitar Cipanas gabungan dari tiga desa, turun ke jalan Cipanas.

Untuk menyerukan aksi penolakan terkait pembangunan Mini Market Indomaret di kawasan wilayah wisata Cipanas, desa Rancabango, kec Tarogong Kaler, kab Garut Jawa Barat.

Sudah dua kali perusahaan raksasa ini mencoba untuk mendirikan Mini Market di kawasan Wisata Cipanas, ini yang ke tiga kali perusahaan raksasa mendirikan bangunan Mini Market Indomaret di jl Cipanas.
Akan tetapi tetap mendapat penolakan keras dari warga sekitar, bahkan pekerjaan tersebut sudah diberhentikan dan di segel sama warga dikarenakan tidak mengantongi ijin dari warga setempat.
Kian memanas warga turun ke jalan dikarenakan pembangunan Indomaret tersebut terus berjalan tanpa mengindahkan tuntutan dan seruan dari warga masyarakat yang sudah melayangkan surat ke pemilik Indomaret dan pemerintahan terkait.
Diduga SATPOL PP tutup mata adanya pembiaran dan kelalaian sampai sekarang tidak ada peringatan dari SATPOL PP untuk pemberhentian pekerjaan bangunan tersebut, Senin (29/12/2025)
Menurut keterangan warga yang tergabung di pedagang Cipanas, Nuzula menyampaikan kekecewaannya kepada Subintansi terkait adanya pembiaran pembangunan Indomaret tanpa ada ijin dari warga masyarakat yang merasa keberatan adanya pembangunan Indomaret tersebut.
Sudah berapa kali kami bersurat dilayangkan ke DPMPT, SATPOL PP, INDAG, tapi belum ada jawaban.
Ketika kami tanya ke DPMPT katanya belum ada ijin, lalu saya tanya ke SATPOL PP, menurut keterangan pak Bambang waktu saat ditemui, ia memaparkan sudah di layangkan surat peringatan tapi pihak indomaret tidak mengindahkan juga.
Kami mencari informasi ternyata pihak indomaret tidak menerima surat peringatan dari SATPOL PP, kami jadi tanda tanya ada apa dengan SATPOL PP ?
Ternyata surat peringatan itu tidak ada
Nuzula menegaskan selaku perwakilan dari pedagang yang berada di Cipanas ,berharap pemerintah bertindak tegas.
Kami meminta agar pembangunan Indomaret yang tidak mengantongi ijin segera ditutup,”Kami akan berjuang untuk melawan perusahaan besar mini market, supaya tidak mematikan usaha- usaha UMKM dan pedagang- pedagang yang berada di kawasan Wisata Cipanas,”tutupnya.
Disisi lain perwakilan dari RW 06 Rizal Safrudin menjelaskan bahwa” Demo ini puncak dari kemarahan warga yang tidak terbendung, karena tidak adanya ketegasan dari pemerintah yang bersangkutan”.
Kami warga yang tergabung dari tiga desa, yakni desa Rancabango, desa Langensari dan kelurahan Pananjung menolak perusahaan raksasa masuk ke kawasan Wisata Cipanas.
Kami sudah cros cek ke kantor desa ternyata kepala desa tidak menandatangani surat ijin untuk operasional Mini market tersebut.
Jelas ijin belum ada tapi bangunan terus berjalan, SATPOL PP diduga masuk angin, kalau pembangunan Indomaret ini terus berjalan kami akan turun ke jalan dengan masa yang lebih banyak.
Kami akan sekuat tenaga melawan perusahaan raksasa yang akan mematikan pedagang – pedagang kecil yang ada di kawasan Wisata Cipanas.
Langkah selanjutnya kalau tidak ada keputusan yang dilakukan oleh pihak pemerintah untuk menutup pembangunan tersebut kami akan bawa permasalahan ini ke meja p Dewan Perwakilan Rakyat, tegasnya.
(Dewi.S)
