Garut – Penasakti.com // Sebagai langkah antisipatif dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah V Provinsi Jawa Barat resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembentukan, Pelatihan, dan Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kegiatan yang dipusatkan di wilayah Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut ini dihadiri jajaran Forkopimcam mulai dari Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Haruman dan Karanganyar, serta tokoh masyarakat dan akan berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 4 hingga 5 Juni 2026.

Bimtek ini melibatkan partisipasi aktif puluhan warga yang berasal dari dua desa rawan bencana, yakni Desa Harumansari di Kecamatan Kadungora dan Desa Karanganyar di Kecamatan Leuwigoong.

Kedua desa tersebut dipilih karena letak geografisnya yang berdekatan dengan kawasan hutan dan dinilai memerlukan sistem kewaspadaan dini yang kuat.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, para peserta diberikan pembekalan komprehensif. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman regulasi perlindungan hutan, teknik deteksi dini titik api, serta praktik langsung pemadaman kebakaran menggunakan metode manual dan semi mekanis.
Kepala Cabang Wilayah V Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Endik Casdika menyatakan bahwa pembentukan MPA ini sangat vital untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Dengan adanya kelompok MPA yang terlatih, diharapkan setiap potensi ancaman kebakaran dapat segera ditangani secara cepat dan tepat sebelum meluas dan menimbulkan kerusakan ekosistem yang lebih parah.
“Kami dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Jawa Barat hari ini melaksanakan Bimtek Pembentukan dan Pembinaan Masyarakat Peduli Api atau MPA dengan peserta sebanyak 30 orang, sebagian berasal dari Desa Haruman, Kecamatan Kadungora,” ujar Endik kepada Penasakti.com Kamis ( 04/06/2026 ).
Endik menjelaskan, pelatihan tidak hanya melibatkan CDK Wilayah V Jawa Barat, tetapi juga menghadirkan narasumber dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan.
“Di sini ada Balai Kebakaran Hutan dan Lahan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan UPT dari Kementerian Kehutanan. Selain itu ada juga dari Perum Perhutani KPH Garut yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Setelah mengikuti pelatihan, para anggota MPA diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing serta menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran hutan.
Untuk memperkuat koordinasi dan penyebaran informasi, CDK Wilayah V Jawa Barat juga akan membentuk jaringan komunikasi yang terhubung mulai dari tingkat desa hingga provinsi.
“Nanti kita akan membuat grup MPA di tingkat desa, kemudian di tingkat kabupaten hingga terhubung ke grup MPA Jawa Barat. Mudah-mudahan dari 30 orang ini mereka bisa menyampaikan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya,” ungkap Endik.
Selain menerima materi di dalam ruangan, para peserta juga mengikuti serangkaian simulasi lapangan. Mereka dilatih menggunakan peralatan pemadam kebakaran hutan, seperti pompa punggung, dan perkakas pemadam manual, guna meningkatkan kesiapsiagaan fisik dan mental saat terjun langsung ke lokasi kejadian.
Pembentukan Masyarakat Peduli Api ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam merealisasikan visi hutan lestari dan masyarakat sejahtera.
Melalui kolaborasi ini, warga desa setempat diharapkan dapat menjadi garda terdepan sekaligus agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan hutan di kawasan Jawa Barat.
( Penulis: Agus YL )
