Terkait hasil sitaan kebun sawit dengan luas 1,2 jt hektare menjadi sorotan publik
(Penulis Misrawansyah, S.P,)
Provinsi Riau || Penasakti.com – Masyarakat Pemerhati Demokrasi (MPD) Riau menyayangkan atas ketidak transparannya Satgas Satuan Tugas Penerbitan Kawasan Hutan (PKH) dan Agrinas Palma Nusantara terkait Kebun hasil sitaan yang mencapai luasnya 1,2 jt hektare.
Firdaus Chakay selaku Sekretaris Eksekutif MPD Riau mengungkapkan rasa kekecewaannya karena selama aktivitas Satgas PKH dan Agrinas di Riau tidak pernah terbuka mempulikasikan mana saja dan dari korporasi mana saja yang telah disita.
Apalagi terkait penguasaan kebun pasca disita yang katanya ada pola kerja sama operasi (KSO) Agrinas selaku yang Holding utama terkesan menutup – nutupi data.
MPD Riau menilai, ini sama saja memadamkan semangat Presiden Prabowo dengan Inpres No 5 terkait penertiban Kawasan Hutan, apalagi isu-isu yang beredar korporasi yang diberikan kuasa KSO hanya dari kelompok – kelompok tertentu saja dan mengesampingkan masyarakat tempatan.
Ini sama saja mengkhianati amanah Presiden yang diberikan kepada Satgas PKH dan Agrinas Ujar Pria yang biasa disapa Chakay ini.
Firdaus meminta ini adalah momen bagi Masyarakat tempatan untuk diberikan kesempatan untuk turut mengelola kekayaan yang ada di daerah sekaligus sebagai bagian dari upaya perbaikan ekonomi dan mata pencaharian masyarakat Riau.
Jadi kami meminta Satgas PKH dan Agrinas untuk Terbuka kepada Publik dan hentikan Polarisasi yang bisa memicu konflik lain di tengah-tengah Masyarakat Provinsi Riau umumnya.
(Red)