Penasakti.com || Sukabumi – Menurut ketua GERAKAN CINTA PRABOWO.08 Rudy Januar Susafha.,Amd.,S.Pd.,SE.,M.Si Untuk mewujudkan Kota Sukabumi yang sejahtera dan aman dalam lima tahun ke depan (2026–2030).
“Diperlukan sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif warganya”.
Berdasarkan aspirasi masyarakat dan rencana pembangunan daerah saat ini, berikut adalah langkah-langkah strategis yang bisa diambil :
1. Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal, Sukabumi tidak memiliki sumber daya alam sebesar kabupatennya, sehingga fokus harus pada ekonomi kreatif dan jasa.
* Pusat UMKM & Ekonomi Digital :
Membangun ekosistem bagi anak muda untuk berinovasi (seperti creative hub) agar mereka tidak perlu merantau ke Jakarta untuk mencari kerja.
* Optimalisasi Wisata Kuliner & Sejarah :
Menjadikan Sukabumi sebagai destinasi utama akhir pekan bagi warga Jabodetabek melalui revitalisasi kawasan heritage dan pusat kuliner yang tertata.
2. Peningkatan Infrastruktur dan Konektivitas Keluhan utama warga Sukabumi seringkali berkisar pada kemacetan dan fasilitas publik.
* Integrasi Transportasi: Memanfaatkan selesainya Tol Bocimi dengan sistem transportasi dalam kota yang terintegrasi agar aksesibilitas meningkat tanpa menambah kemacetan.
* Smart City & Penerangan Jalan :
Memperbanyak titik PJU (Penerangan Jalan Umum) berbasis teknologi untuk mengurangi area rawan kriminalitas di malam hari.
* Drainase Modern :
Memperbaiki sistem drainase perkotaan untuk mencegah genangan air yang sering merusak jalan saat hujan ekstrem.
3. Jaminan Keamanan dan Ketertiban Sosial Keamanan adalah fondasi dari kesejahteraan.
* Peningkatan Patroli dan CCTV :
Menambah titik pantau kamera pengawas di lokasi strategis yang terhubung langsung dengan pusat komando kepolisian dan Pemkot.
* Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang Hidup :
Mengaktifkan taman-taman kota dengan kegiatan positif (olahraga, seni, komunitas) agar ruang publik tidak disalahgunakan untuk hal-hal negatif.
4. Peningkatan Kualitas SDM (Pendidikan & Kesehatan)
* Pendidikan Vokasi :
Menyelaraskan kurikulum SMK / Perguruan Tinggi di Sukabumi dengan kebutuhan industri modern agar angka pengangguran turun.
* Akses Kesehatan Terintegrasi :
Mempermudah layanan kesehatan melalui sistem digital agar warga tidak perlu antre panjang dan mendapatkan penanganan cepat.
5. Partisipasi Aktif Warga (Budaya Cageur, Bageur, Pinter), Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Warga perlu:
* Menjaga Toleransi :
Mempertahankan predikat Sukabumi sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia untuk menjaga iklim investasi.
* Kesadaran Lingkungan :
Mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga yang baik untuk menjaga keasrian kota.
Aspirasi Warga di Tahun 2026 (5 Tahun ke Depan) Dari pantauan isu terkini, masyarakat Sukabumi di tahun 2026 sangat menginginkan :
* Jalanan Mulus: Perbaikan jalan rusak yang permanen, bukan sekadar tambal sulam.
* Kemandirian Ekonomi: Lebih banyak lapangan kerja lokal agar “anak muda Sukabumi jago di kandang sendiri.”
* Pelayanan Publik Digital: Urusan KTP, perizinan, dan bantuan sosial yang transparan dan bebas pungli melalui aplikasi.
(Red)
