Garut – Penasakti.com // Guna menjaga kondusivitas dan menghindari polemik di tengah masyarakat terkait pungutan biaya kegiatan, pihak manajemen SMP Negeri 2 Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengambil langkah responsif dengan membatalkan rencana acara perpisahan sekolah tahun 2025.
Pembatalan tersebut diikuti dengan pengembalian uang iuran yang sebelumnya telah disetorkan oleh orang tua siswa.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Samarang Evy Sutisna S.Pd menjelaskan bahwa keputusan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian pihak sekolah.
Meskipun rencana perpisahan dan besaran iuran tersebut awalnya telah dimusyawarahkan dan disepakati bersama antara orang tua siswa melalui Komite Sekolah, pihak sekolah memilih untuk tetap membatalkan acara tersebut.
” Kami sangat menghargai semangat kebersamaan orang tua dan komite yang ingin merayakan kelulusan putra-putrinya.
Namun, kami tidak ingin kegiatan ini memicu kegaduhan atau pandangan negatif di mata publik terkait adanya iuran sekolah,” ujar Evy kepada Penasakti.com Rabu ( 06/05,2026 ).
Proses pengembalian uang dilakukan secara transparan langsung kepada para orang tua siswa.
Pihak sekolah menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa dapat lulus dengan baik dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya tanpa dibebani persoalan biaya seremonial.
Langkah cepat sekolah ini mendapat beragam tanggapan. Sejumlah orang tua mengaku memaklumi keputusan tersebut demi kebaikan bersama dan mengapresiasi integritas pihak sekolah dalam menjaga marwah institusi pendidikan dari isu pungutan liar.
Dengan pembatalan ini, acara pelepasan siswa dialihkan menjadi kegiatan sederhana di lingkungan sekolah yang tidak memungut biaya dari wali murid.
( Penulis: Agus YL )