Garut – Penasakti.com // Penutupan sementara dapur program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) SPPG Garut Kadungora Mekarbakti oleh Badan Gizi Nasional ( BGN ) kini memasuki babak baru.

Menanggapi penutupan dapur MBG ini, Camat Kadungora Mohamad Badar Hamid melontarkan opsi yang dinilai memojokkan, salah satu harus pindah, entah dapur MBG atau kandang ayam tersebut.

” Saya kira hanya ada dua solusi, dapur yang harus pindah mencari lokasi yang lebih steril, atau kandang ayam itu yang harus dibongkar dan dipindahkan,” tegas Camat Kadungora Mohamad Badar Hamid.

Pernyataan Camat Kadungora tersebut langsung memicu reaksi keras dari pengelola kandang ayam. Ia menyayangkan sikap sang pejabat yang dinilai tidak solutif dan terkesan lepas tangan.
Menurutnya, sebagai seorang aparatur sipil berpendidikan, orang nomer satu di Kadungora tersebut seharusnya mampu merumuskan langkah mediasi yang lebih bijak dan berbasis aturan, bukan sekadar melempar pilihan hitam-putih. ”
Pak Camat kan orang pintar berpendidikan, harusnya lebih mengetahui, mana yang duluan mana yang belakangan, saya itu nggak mau berpolemik harusnya udah kasat mata”, ujar Risman selaku pengelola kandang ayam kepada Penasakti.com Kamis ( 04/06/2026 ).
Di sisi lain, pihak SPPG Garut Kadungora Mekarbakti yang dinaungi Yayasan Cakrawala Global Sabilulungan sempat mendatangi pemilik kandang untuk bernegosiasi.
Mereka menawarkan opsi menyewa lahan kandang tersebut agar dapur MBG tidak perlu pindah lokasi. Namun, tawaran ini tidak serta-merta menyelesaikan masalah.
” Kemarin dari pihak SPPG kesini, nawar mau menyewa tanah yang ada bangunan kandang ayam itu, kandang mau dibongkar jadi dapur MBG tidak perlu pindah. Saya sempat ditanya berapa keuntungan usaha ayam saya tiap bulan gitu”, kata Risman.
Risman menegaskan bahwa usaha peternakannya sudah beroperasi jauh sebelum program ini berjalan, bahkan sebelum Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Ia merasa posisinya sebagai pelaku usaha lama justru dirugikan oleh kehadiran proyek baru ini.
”Semestinya saya yang harus komplain. Semenjak dapur itu dibangun, samping kandang saya ditutup rapat menggunakan seng. Akibatnya, sirkulasi udara menjadi tidak lancar dan pertumbuhan ayam-ayam saya sekarang terganggu,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional ( BGN ) secara resmi telah menutup sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) Garut Kadungora Mekarbakti yang beralamat di Kampung Sawah Lega, RT 04 RW 06, Desa Mekarbakti, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Langkah tegas yang diambil BGN ini usai diketahui bahwa dapur MBG yang dinaungi Yayasan Cakrawala Global Sabilulungan tersebut beroperasi tepat disamping kandang ayam sehingga bau menyengat yang bersumber dari kotoran ayam dan kerumunan lalat bebas masuk hingga ke area pemorsian menu MBG.
Camat Kadungora Mohamad Badar Hamid mengatakan hanya ada dua solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini yakni dapur harus pindah cari lokasi yang lebih steril atau kandang ayam yang harus pindah.
Opsi yang disampaikan oleh Camat Kadungora tersebut sangat disayangkan oleh pengelola kandang ayam karena pihaknya merasa lebih dulu menjalankan usaha di area tersebut.
Hingga saat ini, kelanjutan program Makan Bergizi Gratis di wilayah Mekarbakti Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut masih terkatung-katung.
Publik kini menunggu langkah konkret dan tegas dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan konflik tata ruang dan kesehatan lingkungan ini tanpa harus mengorbankan mata pencaharian warga lokal.
( Penulis: Agus YL )
