Penasakti.com // Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan berbagai laporan media, Indonesia telah menghadapi serangkaian bencana alam sepanjang tahun 2025, dengan dominasi bencana hidrometeorologi.
Berikut rangkuman utama mengenai rentetan bencana alam di Indonesia pada tahun 2025 :
1. Jumlah Kejadian Bencana :
* Hingga Juli 2025, BNPB mencatat total 2.002 kejadian bencana di Indonesia.
* Hingga Juni 2025 (Semester I), tercatat lebih dari 1.600 kejadian bencana alam.
* Pada periode 1 Januari hingga 17 Maret 2025, tercatat total 441 kasus bencana yang didominasi oleh banjir.
2. Jenis Bencana yang Mendominasi:
Bencana hidrometeorologi basah (bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca dan air) merupakan jenis yang paling sering terjadi dan menonjol, meliputi :
* Banjir: Bencana yang paling dominan. Hingga Juni 2025, tercatat sekitar 1.048 kejadian banjir. Banjir juga sangat menonjol di awal tahun, dengan 74 kali kejadian dalam 13 hari pertama Januari :
* Bencana banjir signifikan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Banjir Jakarta 2025, Banjir Jabodetabek, Banjir dan longsor Pekalongan, Banjir dan longsor Sukabumi, dan Banjir Bali.
* Cuaca Ekstrem: Terjadi di berbagai daerah, seperti badai dan angin kencang (puting beliung).
* Tanah Longsor: Sering terjadi menyertai bencana banjir.
* Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Laporan hingga Juli 2025 menyebutkan adanya Karhutla di beberapa provinsi, termasuk Kalimantan Tengah. Risiko Karhutla juga diprediksi tetap tinggi di beberapa wilayah hingga Oktober 2025.
3. Contoh Bencana Signifikan dan Lokasi :
* Awal Tahun 2025 (Januari – Maret): Didominasi oleh banjir di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, serta Jabodetabek dan Kalimantan Barat.
* Maret 2025: Tercatat 261 kejadian bencana, 99,62% didominasi bencana hidrometeorologi, dengan banjir (189 kejadian) menjadi yang paling sering.
* April 2025: Provinsi Jawa Barat menjadi yang terbanyak mengalami bencana dengan total 36 kejadian, didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.
* Mei 2025: Dilaporkan terjadi serangkaian bencana seperti tanah longsor, banjir, hingga kebakaran.
* Bencana Geologi: Meskipun hidrometeorologi dominan, tercatat juga kejadian seperti Gempa bumi Tapanuli Utara 2025.
* Bencana Non-Alam (Kecelakaan/Keruntuhan) : Beberapa insiden non-alam juga menjadi perhatian pada tahun 2025,
Seperti Keruntuhan Pondok Pesantren Al-Khoziny (disebut BNPB sebagai bencana terbesar 2025 dilihat dari jumlah korban).
Secara keseluruhan, banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya adalah ancaman terbesar yang dihadapi Indonesia sepanjang tahun 2025.
(Rudy Januar)