“Rumah milik Bapak Udin warga Ciawitali memprihatinkan”
Garut // Penasakti.com – Pemerintah Desa Dano, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat terlihat seperti jalan ditempat atau tanpa ada upaya khusus dalam menyikapi kondisi rumah salah satu warganya yang sangat memprihatikan.

Selama kurun waktu hampir satu tahun, belum ada tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa utamanya upaya pencegahan bencana akibat kondisi rumah yang sangat memprihatinkan bahkan nyaris roboh.
Pemerintah Desa Dano Jalan Ditempat, Rumah Udin Menunggu Roboh
Salah satunya yakni rumah milik Udin, warga Ciawitali, Desa Dano, Kecamatan Leles Kabupaten Garut.
Kurang lebih sepuluh bulan yang lalu, Udin mengeluhkan kondisi rumahnya yang sudah rapuh termakan usia. Bahkan Udin bersama anak dan istrinya sudah tidak berani lagi menempati rumah tersebut dan terpaksa harus ikut tinggal dirumah orang tuanya.
Saat itu, pihak Pemerintah Desa mengatakan, Udin pernah ditawari program rutilahu. Lantaran tidak memiliki cukup uang untuk swadaya menambahi anggaran program tersebut maka rumah Udin akhirnya belum ikut terselamatkan.
Ironisnya, setelah hampir satu tahun, rumah panggung dari kayu dan bambu tersebut masih dalam kondisi seperti semula. Belum terlihat ada tanda-tanda upaya perbaikan baik dari keluarga Udin maupun pihak Pemerintah.
Kepada tim liputan Penasakti.com Selasa ( 23/09/2025 ) Pemerintah Desa Dano melalui Pj Kepala Desa Doni dan Kasi Kesra mengatakan, bahwa pihaknya telah menawarkan program rutilahu kepada Udin. Namun mentok, lantaran Udin tidak punya uang untuk swadaya menambahi program tersebut.
”Dulu sudah pernah kami tawarkan program rutilahu, tapi pak Udin tidak punya uang untuk swadaya menambahi anggarannya”, ujar mereka.
Jawaban ini tidak jauh berbeda dengan sepuluh bulan yang lalu, yang mana belum ada upaya khusus untuk menyelamatkan rumah Udin dari pihak Pemerintah Desa.
Selama ini, Pihak Desa hanya mengandalkan permohonan yang telah diajukan ke Dinas Perkim Kabupaten Garut.
Sementara, kondisi rumah Udin saat ini sangat memprihatikan. Tiang kayu dan dinding dari anyaman bambu yang sudah rapuh termakan usia dikhawatirkan akan roboh sewaktu-waktu terlebih pada musim penghujan.
Udin berharap, ada upaya dari pemerintah untuk menyelamatkan rumahnya agar terhindar dari bencana yang tidak diinginkan.
Kondisi ini semoga segera mendapat perhatian khusus dari Bupati dan Wakil Bupati Garut, agar program bedah rumah dapat lebih diperhatikan lagi sebagai salah satu bentuk penanggulangan bencana khususnya rumah roboh akibat kondisi yang sudah tidak layak huni.
Seperti kata pepatah “Sedia payung sebelum hujan” dan “Lebih baik mencegah daripada mengobati”.
( Penulis : Agus Yuliantoro )
