Penasakti.com // Dharma Wanita Persatuan Balai Pelestarian Kebudayaan atau ( DWP BPK ) wilayah IX Jawa Barat melaksanakan bakti sosial santunan anak yatim di Kampung Adat Pulo, komplek Wisata Situ Cangkuang, Desa Cangkuang Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Minggu ( 28/09/2025 ).

Bakti sosial ini merupakan salah satu bukti nyata Dharma Wanita BPK Wilayah IX Jawa Barat sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang beranggotakan istri Pegawai Negeri Sipil yang memiliki sejumlah tujuan salah satunya yakni mendukung program pemerintah dalam bidang sosial budaya.

Sebelum santunan dimulai, rombongan Dharma Wanita BPK wilayah IX Jawa Barat ini, terlebih dahulu disambut dengan upacara adat siraman air 7 sumur tepat di pintu gerbang memasuki komplek kampung adat pulo.
Upacara adat siraman dengan air dari 7 sumur ini merupakan ritual khusus dari masyarakat adat kampung pulo saat menyambut tamu sebagi salah satu simbol kehormatan.
Selain upacara adat siraman, satu persatu rombongan darma wanita kemudian diberikan kain serta pengikat kepala sebagai simbol kasih sayang orangtua terhadap para anak yatim.
Usai upacara adat, para istri PNS BPK Wilayah IX Jawa Barat ini selanjutnya mendapatkan sejarah singkat tentang keberadaan Candi Cangkuang dan sejarah Embah Dalem Arif Muhammad yang mana hingga saat ini masih dilestarikan oleh para pewarisnya yakni masyarakat adat kampung Pulo.
Dengan dipandu Zaki Munawar selaku Polisi Kusus Cagar Budaya, satu persatu sejarah berdirinya kampung adat Pulo hingga larangan larangannya dikupas tuntas dan dilanjutkan dengan santunan kepada sejumlah anak yatim.
”Upacara adat siraman ini merupakan bentuk menghormati tamu, dengan air kehidupan yang berasal dari tujuh sumur”, ujar Zaki.
Ratnaningsih selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan BPK Wilayah IX mengatakan, santunan anak yatim ini merupakan bakti sosial kali pertama yang dilakukan oleh darma wanita BPK Wilayah IX Jawa Barat dan rencananya akan dijadikan agenda rutin yang akan menyasar ke tempat tempat lain khususnya wilayah cagar budaya di Propinsi Jawa Barat.
”Mudah mudahan baksos ini dapat terus berjalan dan akan menyasar ke situs situs yang lain”, ucap Ratnaningsih.
Sementara, dharma wanita persatuan merupakan organisasi yang beranggotakan para istri Pegawai Negeri Sipil yang diprakarsai oleh Ibu Tien Suharto pada 5 Agustus 1974.
Darma wanita sendiri memiliki tujuan diantaranya, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, serta mendukung program-program pemerintah dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.
Selain memiliki pedoman yang dikenal dengan sebutan Panca Dharma Wanita, Dharma Wanita Persatuan juga menghadirkan program-program yang nyata dan berkelanjutan termasuk peningkatan literasi keluarga, dorongan kreativitas dan kemandirian ekonomi, serta penguatan nilai sosial budaya.
( Penulis : Agus Yuliantoro )