Penasakti.com – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi mendalam bagi umat Muslim. Secara garis besar, isi atau esensi dari peringatan ini mencakup beberapa poin utama :

1. Intisari Peristiwa: Perjalanan Lahir & Batin, Isra Mi’raj adalah mukjizat luar biasa yang terdiri dari dua bagian :
* Isra : Perjalanan Nabi dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina).
* Mi’raj : Kenaikan Nabi dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha (langit ketujuh) untuk menghadap Allah SWT.
2. Penyerahan Perintah Shalat 5 Waktu
Ini adalah “oleh-oleh” terpenting dari Isra Mi’raj.
Berbeda dengan ibadah lain yang turun melalui wahyu Jibril, perintah shalat diterima langsung oleh Nabi dari Allah.
Pesan utama : Shalat adalah tiang agama dan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Sang Pencipta.
3. Ujian Keimanan dan Akal Pada masa itu, perjalanan tersebut dianggap tidak masuk akal secara logika manusia.
Peringatan ini mengajarkan kita tentang :
* Tasdiq (Membenarkan) : Seperti teladan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang langsung percaya tanpa ragu.
* Keyakinan : Bahwa kekuasaan Allah melampaui batas ruang dan waktu.
4. Refleksi Pembersihan Jiwa, Sebelum memulai perjalanan, dada Nabi dibersihkan kembali oleh Malaikat Jibril dengan air zam-zam.
Hal ini memberi pesan bahwa untuk “menghadap” Tuhan (dalam ibadah), kita perlu membersihkan hati dari penyakit hati seperti sombong, iri, dan dengki.
5. Semangat Hijrah Menuju Kebaikan
Isra Mi’raj terjadi di masa sulit Nabi (Amul Huzni atau Tahun Kesedihan).
Peristiwa ini adalah bentuk hiburan dari Allah sekaligus simbol optimisme bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan yang luar biasa.
(Penulis Rudy Januar)
