Penulis : Rudy Januar Susafha,A.Md,S.Pd,SE,M.Si selaku ketua DPD Satria Sunda Sakti,
Penasakti.com – SUKABUMI – 20 Mei 2026 Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Satria Sunda Sakti mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memaknai kembali semangat perjuangan bangsa.

Jika pada tahun 1908 kebangkitan ditandai dengan kesadaran berorganisasi, di era modern ini, tongkat estafet kebangkitan tersebut harus diteruskan melalui pelestarian dan inovasi di bidang seni dan budaya.

Seni dan budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas dan karakter bangsa yang akan menjadi perisai di tengah arus globalisasi.
Melalui karya seni, baik itu musik, tari, teater, rupa, maupun sastra, generasi penerus dapat menyuarakan semangat persatuan, toleransi, dan cinta tanah air dengan bahasa yang universal dan relevan dengan zaman.
Rudy Januar Susafha,A.Md,S.Pd,SE,M.Si selaku ketua DPD Satria Sunda Sakti, menegaskan pentingnya peran pemuda dalam ekosistem budaya nasional.
Perjuangan kita hari ini tidak lagi menggunakan bambu runcing, melainkan karya dan kreativitas.
Seni dan budaya adalah senjata paling ampuh untuk menyatukan perbedaan dan menunjukkan kepada dunia tentang kebesaran Indonesia.
“Generasi muda adalah motor penggerak kebangkitanini”.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, “Satria Sunda sakti” melaksanakan berbagai inisiatif strategis, antara lain :
1. Festival Budaya Muda-Mudi, Sebuah wadah pementasan karya seni tradisional yang dikemas secara kontemporer oleh seniman-seniman muda.
2. Lokakarya Cipta Karya Nusantara, Pelatihan bagi pelajar dan mahasiswa untuk menggali potensi seni daerah dan mengembangkannya menjadi karya kreatif bernilai tinggi.
3. Kampanye Digital” Budaya kita bangkit” Gerakan di media sosial untuk menyebarkan konten-konten positif terkait kekayaan budaya Indonesia. Melalui langkah-langkah nyata ini,
Diharapkan generasi penerus bangsa tidak hanya menjadi penikmat pasif, tetapi juga kreator aktif yang bangga akan akar budayanya.
Kebangkitan bangsa yang sejati terjadi ketika para pemudanya mampu berdiri tegak, berakar kuat pada tradisi, namun mampu vokal dan berprestasi di kancah global.
Mari jadikan momentum 20 Mei ini sebagai titik tolak bagi kita semua untuk terus berkarya, menjaga warisan leluhur, dan membangun peradaban Indonesia yang lebih luhur melalui seni dan budaya. “Bangkit Bersama, Berkarya untuk Bangsa”
(Red)
