Penasakti.com – Sundaland (Paparan Sunda) adalah istilah geologi dan biogeografi untuk wilayah daratan luas yang pernah menyatukan Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya dengan daratan utama Asia.
Berikut adalah rangkuman sejarah pembentukan hingga tenggelamnya Sundaland :
1. Era Pembentukan (Ratusan Juta Tahun Lalu) Secara geologis, Sundaland tidak terbentuk sekaligus.
Wilayah ini merupakan hasil dari penggabungan fragmen-fragmen benua (mikrokontinen) yang terlepas dari benua purba Gondwana (wilayah yang sekarang menjadi Australia, Antartika, dan India).
* Masa Trias (±200 juta tahun lalu): Blok-blok daratan ini mulai menyatu akibat pergerakan lempeng tektonik.
* Masa Kapur hingga Tersier: Proses subduksi (penunjaman lempeng) dan aktivitas vulkanik membentuk kerangka pegunungan di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
2. Masa Keemasan di Zaman Es (Pleistosen) Sundaland mencapai bentuk daratan terluasnya selama periode glasial (Zaman Es), terutama sekitar 110.000 hingga 12.000 tahun yang lalu.
* Penurunan Permukaan Laut: Karena air bumi membeku di kutub, permukaan air laut turun drastis hingga 120 meter.
* Satu Benua Besar : Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali menyatu dengan daratan Asia (Semenanjung Malaya). Selat Malaka, Laut Jawa, dan Laut Natuna saat itu adalah daratan hijau berupa hutan hujan, sabana, dan sungai-sungai besar.
* Jalur Migrasi : Daratan ini menjadi “jembatan” bagi migrasi fauna (seperti gajah, harimau, dan badak) serta manusia purba (Homo erectus hingga Homo sapiens) dari daratan Asia menuju kepulauan Nusantara.
3. Tenggelamnya Sundaland (12.000 – 6.000 Tahun Lalu) Berakhirnya Zaman Es menyebabkan suhu bumi memanas dan es di kutub mencair (Masa Holosen).
* Kenaikan Air Laut: Permukaan air laut naik secara bertahap, namun ada teori yang menyebutkan terjadi tiga gelombang banjir besar yang cepat.
* Terbentuknya Kepulauan: Wilayah dataran rendah di Sundaland tergenang air, membentuk Laut Jawa dan Selat Malaka yang kita kenal sekarang.
Hal ini memisahkan Sumatra, Jawa, dan Kalimantan menjadi pulau-pulau tersendiri.
* Sisa Daratan: Bagian tertinggi dari Sundaland yang tetap berada di atas permukaan laut adalah pulau-pulau besar di Indonesia bagian barat.
4. Teori “Out of Sundaland”
Ada teori kontroversial dari Stephen Oppenheimer dalam bukunya Eden in the East yang menyatakan bahwa Sundaland adalah pusat peradaban kuno sebelum tenggelam.
Menurutnya, banjir besar yang menenggelamkan Sundaland memaksa penduduknya bermigrasi ke seluruh penjuru dunia dan menyebarkan budaya, teknologi pertanian, serta bahasa ke wilayah lain.
Poin Menarik :
Beberapa peneliti sering menghubungkan tenggelamnya Sundaland dengan legenda Atlantis yang hilang, meski hal ini masih menjadi perdebatan hangat di kalangan ilmuwan dan arkeolog.
Wilayah Sundaland menyimpan rekam jejak yang sangat kaya mengenai migrasi dan kehidupan manusia purba di Asia Tenggara.
Bukti-bukti arkeologi ini membuktikan bahwa wilayah yang kini menjadi dasar laut dulunya adalah “pusat aktivitas” bagi spesies manusia terdahulu.
Berikut adalah beberapa bukti arkeologi utama yang ditemukan di wilayah Sundaland:
1. Temuan Terbaru: Fosil Selat Madura (2025) Penemuan paling fenomenal terjadi di dasar laut Selat Madura, yang dulunya merupakan dataran rendah bagian dari Sundaland.
* Homo erectus: Ditemukan dua fragmen tengkorak Homo erectus yang diperkirakan berusia 140.000 tahun. Ini adalah bukti pertama keberadaan manusia purba di daratan Sundaland yang sekarang sudah tenggelam.
* Bukti Perilaku: Selain fosil manusia, ditemukan bekas potongan pada tulang kura-kura dan sapi purba, yang menunjukkan bahwa mereka adalah pemburu yang aktif dan mengonsumsi sumsum tulang.
2. Situs-Situs di Pulau Jawa (Puncak Sundaland) Jawa merupakan bagian dari Sundaland yang paling banyak menyimpan fosil karena kondisi tanahnya yang baik untuk pengawetan.
* Sangiran (Jawa Tengah): Situs warisan dunia UNESCO ini menyimpan lebih dari 50% temuan fosil Homo erectus dunia.
Di sini ditemukan alat batu (kapak perimbas) dan fosil manusia purba dari masa 1,5 juta hingga 300.000 tahun lalu.
* Trinil (Jawa Timur): Tempat Eugene Dubois menemukan “Java Man” (Pithecanthropus erectus).
Di situs ini juga ditemukan bukti bahwa manusia purba sudah menggunakan alat dari kulit kerang dan gigi hiu untuk mengukir atau membuka makanan sekitar 500.000 tahun lalu.
3. Arkeologi di Kalimantan dan Sumatra
Meski tidak sebanyak di Jawa, wilayah ini memberikan bukti kehidupan manusia yang lebih modern (Homo sapiens) di masa Sundaland masih menyatu.
* Gua Niah (Serawak, Kalimantan): Ditemukan tengkorak manusia modern berusia sekitar 40.000 tahun, membuktikan bahwa Sundaland telah dihuni sepenuhnya oleh spesies kita sebelum laut naik.
* Gua Batu (Kalimantan Selatan): Jejak hunian prasejarah di perbukitan karst yang menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam oleh manusia pada akhir Zaman Es.
4. Budaya Alat Batu dan Logam
Setelah Sundaland mulai tenggelam, sisa peradabannya meninggalkan jejak berupa:
* Alat Batu Paleolitik: Ditemukan di berbagai sungai purba yang sekarang mengalir di Sumatra dan Kalimantan (seperti Sungai Musi dan Batanghari).
* Industri Logam Dong Son: Beberapa peneliti menemukan kesamaan artefak perunggu (seperti Nekara) di seluruh wilayah Sundaland, yang menunjukkan adanya jaringan perdagangan dan budaya yang luas sebelum dan sesudah daratan tersebut terpisah-pisah.
Fakta Unik: Penemuan di Selat Madura membuktikan bahwa Homo erectus bukan hanya penghuni daratan yang statis, melainkan pengembara yang mampu beradaptasi di pinggiran sungai-sungai besar Sundaland.
Anda dapat menyaksikan penjelasan lebih mendalam mengenai penemuan luar biasa ini melalui video Fosil manusia purba di Selat Madura: Bukti kehidupan dari benua yang tenggelam.
Video ini menjelaskan bagaimana ekskavasi bawah laut mengungkap rahasia peradaban yang hilang di bawah perairan Indonesia.
(Rudy Januar)
